Lebah Dan Lalat

30 Okt

Mengapa Lebah cepat menemukan bunga ?
Dan Mengapa Lalat lebih cepat menemukan kotoran ?

Mata lebah di design hanya untuk menemukan bunga, mata Lalat di design khusus untuk menemukan kotoran.

Mengapa….?
Di dalam pikiran lebah hanyalah madu dan madu saja, tiada yang lain. Sedangkan di dalam pikiran lalat hanyalah kotoran dan kotoran saja, tiada yang lain.

Alhasil, susah bagi lebah untuk menemukan kotoran, tapi mudah dan cepat menemukan bunga di manapun. Sebaliknya, susah bagi Lalat untuk menemukan bunga, tapi mudah dan cepat bagi Lalat untuk menemukan kotoran di manapun.

Apa hasil akhirnya…?
Lebah kaya akan madu yang sangat bermanfaat, sedangkan lalat kaya akan kuman penyakit.

Apa yang Anda fikirkan akan menghasilkan apa yang Anda lihat, dan apa yang Anda lihat akan menghasilkan apa yang Anda peroleh. Hidup akan sangat bergantung dengan hati dan pikiran Anda. Kalo hai dan pikiran selalu negatif, maka apa saja yang Anda lihat akan selalu menjadi negatif dan hasil akhirnya adalah sebuah kehidupan negatif yang terus menerus.

Kalo hati dan pikiran selalu positif, maka apa saja yang Anda lihat akan selalu menjadi positif dan hasil akhirnya adalah kehidupan positif yang terus menerus.

Pilihan ada di tangan Anda sendiri…

Iklan

Mari Buka Genggaman

29 Okt

Di Afrika, teknik atau cara berburu monyet begitu unik. Memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sekalipun.

Cara menangkapnya sederhana saja, si pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu di isi dengan kacang yang telah di beri aroma.

Tujuannya untuk mengundang monyet-monyet datang. Setelah di isi kacang, toples-toples itu di tanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples di biarkan tanpa penutup.

Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang di tangannya terjebak di dalam toples dan tak bisa dikeluarkan.

Kok bisa ….?

Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalamnya. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik tangannya keluar. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk di angkat.

Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi kemana-mana.

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenarnya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Ya… kadang-kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.

Kita menggenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet menggenggam kacang. Kita sering menyimpan dendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni. Mungkin mulut berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada.

Kita tak pernah bisa melepasnya. Bahkan kita bertindak bodoh, membawa toples-toples itu kemanapun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap penyakit kepahitan yang parah.

Sebenarnya monyet-monyet itu bisa saja selamat jika mau membuka genggaman tangannya dan kita pun akan selamat dari sakit hati jika sebelum maahari terbenam kita mau melepas semua perasaan negatif terhadap siapapun.

Selamat membuka genggaman kawan….!!!

Mengapa Emas Haram Bagi Pria?

25 Okt

Satu lagi, “Bukti Keilmiahan Hukum-hukum Islam dan Sunnah-sunah Nabi Kita”.
Perlu diketahui hukum logam mulia atau EMAS yaitu : “Dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun di haramkan bagi para pria’.” (HR. An Nasai & Ahmad).

”Barangsiapa dari umatku mengenakan emas kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya emas di surga. Dan barangsiapa Dari umatku yang mengenakan sutera kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya sutera di surga.” (HR. Ahmad)

Kalau ditanya apa alasannya atau apa logikanya laki-laki tidak boleh memakai emas, banyak yang menjawab kalau laki-laki diperbolehkan memakai emas bisa-bisa wanita tidak kebagian. Atau ada juga jawaban, nanti tidak bisa membedakan mana laki-laki dan mana perempuan karena sama-sama memakai emas.

Sebenarnya jawabannya tidak seperti itu. Inilah tinjauan ilmiah atau analisa medisnya. Para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita (para pria) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam prosentase yang melebihi batas (peristiwa ini juga dikenal dengan sebutan “migrasi emas”) Dan apabila hal ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit.

Alzheimer, Zheimer adalah suatu penyakit di mana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental & fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Zheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa. Dan mengapa islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas? Karena perlu dicatat bahwa wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui haid (datang bulan)

Jadi inilah alasannya mengapa dalam islam kaum laki-laki diharamkan untuk memakai perhiasan yang terbuat dari emas. Semua pasti ada maksud dan tujuan mengapa اَللّهُ membuat aturan buat makhluknya. Dan tentunya ini juga yang sekaligus mementahkan bahwa islam adalah hasil rekayasa oleh manusia. Karena tentu ilmu manusia tidak akan bisa menembuas ruang dan waktu.

Wallahu’alam bissawab

Burung Yang Mencintai Mawar

25 Okt

Seekor burung jatuh cinta kepada mawar putih. Burung pun berusaha mengungkapkan perasaannya. Tapi mawar putih berkata, ” Aku tidak akan pernah mencintaimu”. Tetapi burung itu tidak menyerah, setiap hari burung datang untuk bertemu dengan mawar putih.

Akhirnya, mawar putih berkata, “Aku akan mencintaimu, jika kamu dapat merubahku menjadi mawar merah…!” Dan suatu hari, burung datang kembali. Dia memotong sayap-sayapnya dan menebarkan darahnya kepada mawar putih, sehingga mawar putih berubah menjadi merah.

Akhirnya, mawar putih sadar. Betapa besarnya si burung mencintai dirinya. Tetapi semuanya sudah terlambat, karena burung itu tidak akan kembali lagi ke dunia. Dia pergi untuk selama-lamanya. Mawar putih pun menyesal, tapi penyesalan itu sudah tidak berarti lagi. Yang pergi tak mungkin kembali.

Terkadang kita baru sadar tentang arti cinta sejati setelah orang yang mencintai kia pergi meninggalkan kita. Sebuah pepatah bijak menyebutkan bahwa, “Menikahi orang yang kita cintai itu hal biasa, yang luar biasa adalah mencintai orang yang kita nikahi…”

Berjanjilah untuk menjaga orang yang kita cintai, dan hari ini cukup indah unuk mengatakan cinta kepadanya bukan…?

Menikah adalah sesuatu yang mudah, tapi menjaga pernikahan agar tetap selalu utuh, itulah perjuangan yang sebenarnya. Janganlah mencintai dan mencari kesempurnaan, tetapi cintailah ketidaksempurnaan dengan cara yang sempurna…

Selamat menjaga Cinta.

Amalan Berhijab Bagi Wanita

24 Okt

Al-Kisah Diceritakan , ada seorang wanita yang dikenal taat dalam beribadah. Dia sangat rajin melakukan ibadah wajib maupun sunah. Cumaa…, Hanya ada satu kekurangannya, ia tak mau berjilbab dengan sempurna unuk menutupi aurotnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum, seraya menjawab: “Insya Allah yg penting hati dulu yg berjilbab.” Sudah banyak orang yg menanyakan maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga suatu malam ia bermimpi sedang berada disebuah taman yang indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan bagaimana segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih. Airnya kelihatan melintas dipimggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ada beberapa wanita disitu yg terlintas juga menikmati pemandangan keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita tersebut. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yg sangat lembut.

“Assalamu’alaikum saudariku,..”
“Wa’alaikum salam…, selamat datang wahai saudariku,,”
“Terimakasih, apakah ini syurga ?”

Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan wahai saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum syurga.”
“Benarkah ?, tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya syurga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini…”

Wanita itu tersenyum lagi kemudian bertanya, “Amalan apa yang bisa membuatmu kembali wahai sudariku ?”
“Aku selalu menjaga sholat, dan aku menambah dengan ibadah-ibadah sunah.”
“Alhamdulillah..”

Tiba-tiba jauh diujung taman ia melihat sebuah pintu yg sangat indah. Pintu itu terbuka, dan ia melihat beberapa wanita yg di taman tadi mulai memasukinya satu per satu.

“Ayo.., kita ikuti mereka !!” kata wanita itu sambil setengah berlari.
“Apa dibalik pintu itu?”
“Tentu saja syurga wahai saudariku..” Larinya semakin cepat.
“Tunggu.. tunggu aku..”
ia berlari sekancang-kencangnya, namun tetap tertinggal.

Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya,. Namun ia tetap saja tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari sekuat tenaga.
Ia lalu berteriak, “Amalan apa yg engkau lakukan sehingga engkau tampak begitu ringan ?”
“Sama denganmu wahai saudariku..” jawab wanita itu sambil tersenyum.

Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya.., ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yg engkau lakukan yg tidak aku lakukan?”

Wanita itu menatapnya dan tersenyum lalu berkata, “Apakah engkau tidak memperhatikan dirimu apa yg membedakan dengan diriku?”

Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab. “Apakah engkau mengira bahwa Rabbmu akan mengizinkanmu masuk ke Syurga-Nya tanpa jilbab penutup aurot ?” kata wanita itu.

Tubuh wanita itu telah melewati, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, “Sungguh disayangkan, amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki syurga ini. Cukuplah syurga hanya sampai dihatimu karena niatmu adalah menghijabi hati”

Ia tertegun.., lalu terbangun,..
beristighfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan sholat malam, menangis dan menyesali perkataannya dahulu. Dan sekarang ia berjanji sejak saat ini ia akan MENUTUP AUROTNYA DENGAN SEMPURNA.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka yg demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab, 59)

Berjilbab adalah perintah langsung dari Allah swt, lewat utusan-Nya yakni Baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw. Yang namanya perintah dari Allah adalah wajib bagi seorang hamba untuk mematuhi-Nya. Dan apabila dilanggar , ini jelas ia telah berdosa.

“Wallahu A’lam Bish Showab”

Hati-Hati Upload Foto di FB

24 Okt

Suatu peringatan yang sebenarnya bagi kita semua.

Mari kita renungkan dan Pikirkan bersama.

Jika suatu hari nanti kita mati, Akun facebook ini hanya kita yang tau passwordnya. Hanya kita yang bisa acces. Dan, Selepas kita meninggal Apa yang terjadi pada akun fb kita…??

Mungkin ada yang akan ucapkan takziah. Mungkin ada yang selalu menjenguk bagi obat rindu, Tetapi….

Sadarkah kita….??
Gambar-gambar kita..
Akan terus membuat kita tersiksa di Alam kubur
Gambar-gambar yang tidak ditutupi auratnya dengan sempurna.
Bagaimana nanti…..??
Para lelaki akan terus menerus melihat. Dan kadang ada gambar kita yang di tag-kan ke teman-teman kita walaupun sudah bertahun-tahun kita mati, gambar itu terus ada SAHAM DOSA YANG TERUS MENINGKAT…
Bagaimana…??
Pernah berpikir tidak..??
Lengging dan jeans ketat, bisakah menyelamatkan kita…??
Baju yang tidak membalut aurat itu, bagaimana…??

Mungkin kini kita masih merasa tak sabar ingin berbagi cerita dengan gambar- gambar yang cantik.

Tempat-tempat yang sudah kita lewati di muka bumi-NYA.

Tapi di akhirat nanti semua itu tidak akan membawa arti. Semua hanya tinggal kenangan bagi yang masih hidup. Di alam kubur, semua itu tidak sedikitpun dapat menyelamatkan kita. Mari kita bersama- sama renungkan Saham dosa yang terus meningkat walau setelah ketiadaan kita di muka bumi Sampai kita di akhirat.

Tutupilah auratmu sebelum auratmu ditutupkan.

Peliharalah dirimu sebelum dirimu di kafankan.

Jagalah harga dirimu sebagai seorang muslim sejati..
Mati itu pasti…
Persiapkan diri untuk mati itu perlu..

Saat Iblis Membentangkan Sajadah

23 Okt

Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu hari Jum’at, saat berkumpulnya orang, Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. “Hai, Blis!”, panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : “Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!”, jawab Iblis ketus.

“Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci, Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!”, Kiai mencoba mengusir.
“Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru”. Kiai tercenung. “Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu”.

“Dengan apa?”

“Dengan sajadah!”

“Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?”
“Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!”

“Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru, Blis?”
“Bukan itu saja Kiai…”
“Lalu?”
“Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar”
“Untuk apa?”
“Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah”.

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.

Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
“Nah, lihat itu Kiai!”, Iblis memulai dialog lagi.
“Yang mana?”
“Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka”.

Iblis lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.
Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa.

Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terlihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.

Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya bisa menguasai orang lain.
“Astaghfirullahal adziiiim “, ujar sang Kiai pelan.